Sabtu, 17 Desember 2016

See you at home

Goban The Hugger, 1 yo girl
never thought it could hurt this much

seeing the black blue sky
with your empty eyes
they hear your voice around
but see no paws at all

the cries and scars
and hurts and darkest heart

with a hope and hope and hope
you’ll find..
keep running, chasing
you’ll find

the locked doors and dead lamps

you’ll find home
you’ll find your home 

sleepless days and nights

you’ll find home

you'll find heaven

Sabtu, 20 Agustus 2016

midnight thought

the night 2 am is dark
the morning 6 am is cold

the fruits taste sour
the mind feels blunt

feels like a rotten jelly, not a real person
drove and arrived nowhere
but in you
the place that i should not come to

i've decided
tomorrow i'll go to Alaska
hope there's a panda
we will eat the poisonous leaves together

and we'll fly

source of light

i never see you out of my sight
the shine of your eyes were so bright
that makes this be so hard
the mind, the heart, were wont move from the light

but you're on the top of the highest tree
you're so high that makes me sneeze
sneeze so loud till the tears coming

mind talking

i cant stop arguing
this is false, and have a spoon of rightful
you have to admit, that this will be painful

tangled wires, on the top of spiky tree that i need to solve
covered again by your brightest eyes
its hard however i keep doing
or not i wont feel alive


setuju

berdiri di jalan yang sama
membutuhkan 30 jam 21 menit
untuk sampai ke garis akhir.

melangkahkan kaki, berjalan, berlari
meniti rute yang lurus kadang berlubang
sejalan.

seangan.

di ujung jalan,
dua pejuang tersentak dan kebingungan.
dua individu
bukanlah satu.



Sabtu, 31 Januari 2015

hhhhhhh

"hai."

ada yang memberikan tegur di dalam hati yang tertidur. ia membawa sekantung penuh popcorn caramel hangat yang membuatku berkhayal sedang mandi lelehan mentega.

oke, kiasan ini agak keruh dan tak berarah. aku memang sedang gelisah. seperti merasa ada yang salah, namun lebih baik dibiarkan sajalah.

masalahnya pun aku belum tahu, karena mimpi yang hadir naik turun hitam berwarna sedih senang makanan kelaparan lalu terbangun dengan air mata atau sisa-sisa tawa. ada yang berbeda di hari-hari ini. di tengah bosannya putaran jam, ada yang datang sesukanya. segelas air limun dingin mampir sebentar lalu tertawa kencang-kencang dan sekelibat dia pergi membawa kering kerontang imaji.

haduh, tolong. aku mandek. bicara sulit, menulis sulit. yang kiri ternyata kanan. hanya karena sesuatu, yang aku belum tahu.



apakah oknum itu juga sedang ingin tahu...


Rabu, 22 Oktober 2014

U.

Ada hal yang tak kau ketahui
Namun kerutan mata kita sama
Kita mengerti makna

Di jalanan sore itu
Aku termangu

Ketika senandungmu sewaktu hujan
Seirama dengan langkahku sebulan yang lalu
Kita terpaku

Ketika sesungguhnya dalam satu waktu
Ada satu perseribu sekon detak jantungku dan kamu menderu
Mengingat nama satu sama lain dalam doa yang sendu

Jangan ragu
Jangan salahkan waktu
Jangan lagi berlalu

Duduklah di sampingku
Mungkin Tuhan sudah tahu.

Selasa, 21 Oktober 2014

Pisau.

Pisau ini pernah tumpul
Dipakai begitu keras hingga pundi-pundi terkumpul
Tak pernah menangis, apalagi memukul
Karat yang menghiasi tak malu dia pikul

Pisau ini pernah tumpul
Dan masih tumpul

Aku tersenyum simpul
"Boleh kubawa pulang?"
Kusembunyikan pisau itu di balik dengkul
Mengasahnya perlahan hingga kilatnya muncul

"Mengapa kau sibuk mengasahnya, Dik? Pisau ini?"

"Supaya bisa bersiul", sahutku.
Sahutku pada dunia yang penuh gumul.

Rabu, 01 Oktober 2014

apakah kau punya cinta yang horizontal.



langkahmu ringan. daun berjatuhan.
sore itu teduh, seperti tatapanmu.
senandungmu terngiang. membekas di awan.

lalu hujan.


mestakung.


kamu tersenyum.


sepasang burung gagak duduk di atas tiang, melihatmu dari ketinggian.
mereka turun perlahan, ke jalanan.
menatapmu, mencicit pelan, menunggu disayang.


lalu pelangi.


mestakung.


kamu tersenyum.

Sabtu, 21 Juni 2014

Setangkai mimpi yang wangi

My Cherie Amour (cover by me)

Selamat pagi.
Aku dibangunkan aroma senyumanmu yang begitu wangi
Kamu masih tertidur sembari menggenggam pelangi
pelangi sisa pergelutan malam ini

Angin berhembus pelan ke rambutmu yang hitam
Mengingatkanku pada masa-masa yang kelam
Tetap tertawa, meskipun terkadang geram
Kita yang kini saling menggenggam

"Kamu akan tetap di sini, di balik kehangatan ini
Jangan bersedih hati, ataupun menggigit jari
Aku menyayangi kita, itu pasti...."
- Bisikku kepada mimpi.